©2025 All Rights Reserved. Developed by act! Digital Agency
Saat mengoperasikan truk crane, operator mungkin pernah mencium bau seperti oli terbakar yang berasal dari area tangki hidrolik, pompa, atau ruang mesin. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele, karena dapat menjadi tanda bahwa sistem hidrolik mengalami overheating atau suhu kerja yang terlalu tinggi.
Oli hidrolik yang bekerja pada suhu berlebihan akan kehilangan kemampuan melumasi dan menyalurkan tekanan secara optimal. Jika terus dipaksakan beroperasi, overheating dapat menyebabkan kerusakan pada pompa hidrolik, control valve, seal silinder, hingga memperpendek umur seluruh sistem hidrolik.
Lalu, apa saja penyebab oli hidrolik berbau terbakar dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut penjelasannya.
Pada kondisi normal, oli hidrolik hanya memiliki aroma khas oli dan tidak mengeluarkan bau menyengat.
Namun, ketika suhu oli meningkat jauh di atas suhu kerja normal, oli mulai mengalami degradasi termal. Proses ini menyebabkan aditif di dalam oli rusak dan memunculkan aroma gosong atau bau terbakar.
Jika bau tersebut muncul berulang kali, segera lakukan pemeriksaan sebelum terjadi kerusakan yang lebih serius.
Volume oli yang kurang membuat proses pelepasan panas menjadi tidak optimal.
Selain itu, pompa dapat mengisap udara sehingga muncul gelembung (aerasi) yang menyebabkan suhu oli semakin meningkat.
Solusi:
Filter yang kotor akan menghambat aliran oli sehingga pompa harus bekerja lebih keras.
Akibatnya:
Solusi:
Banyak truk crane dilengkapi oil cooler untuk menjaga suhu oli tetap stabil.
Apabila radiator oli dipenuhi debu atau kipas pendingin tidak bekerja dengan baik, kemampuan membuang panas akan menurun.
Solusi:
Pompa yang sudah aus menghasilkan kebocoran internal (internal leakage) sehingga sebagian energi berubah menjadi panas.
Gejala lain yang biasanya muncul antara lain:
Solusi:
Lakukan pengukuran tekanan sistem dan periksa kondisi pompa di bengkel hidrolik yang berpengalaman.
Penggunaan crane dalam waktu lama tanpa jeda, terutama saat mengangkat beban berat, membuat sistem hidrolik bekerja pada tekanan tinggi secara terus-menerus.
Akibatnya, suhu oli akan meningkat secara bertahap.
Solusi:
Oli hidrolik memiliki masa pakai. Seiring waktu, aditif di dalamnya akan mengalami penurunan kualitas akibat panas, oksidasi, dan kontaminasi.
Oli yang sudah terdegradasi lebih mudah mengalami overheating.
Solusi:
Relief valve berfungsi membatasi tekanan maksimum pada sistem hidrolik.
Jika katup ini macet atau tidak bekerja dengan benar, tekanan dapat meningkat melebihi batas normal sehingga menghasilkan panas berlebih.
Solusi:
Lakukan pemeriksaan dan penyetelan relief valve oleh teknisi yang kompeten menggunakan alat ukur tekanan hidrolik.
Apabila overheating terus dibiarkan, berbagai komponen dapat mengalami kerusakan, seperti:
Semakin lama sistem bekerja dalam kondisi terlalu panas, semakin besar pula biaya perbaikan yang mungkin harus dikeluarkan.
Agar suhu sistem hidrolik tetap stabil, lakukan beberapa langkah berikut:
Perawatan preventif jauh lebih ekonomis dibandingkan memperbaiki sistem hidrolik yang telah mengalami kerusakan besar.
Segera hentikan pengoperasian crane apabila muncul kondisi berikut:
Menghentikan operasi lebih awal dapat mencegah kerusakan menyebar ke komponen lain.
PT Valar Truk Solusi
Jl. Sukarjo Wiryopranoto No. 55A
Jakarta Barat
©2025 All Rights Reserved. Developed by act! Digital Agency