©2025 All Rights Reserved. Developed by act! Digital Agency
Pernah mendengar bunyi “cit-cit”, “ngik-ngik”, atau decitan dari bagian belakang truk saat melewati jalan bergelombang, polisi tidur, atau ketika kendaraan membawa muatan?
Pada truk yang menggunakan sistem suspensi per daun (leaf spring), bunyi decit memang cukup sering muncul akibat gesekan antar-komponen. Namun, suara tersebut juga bisa menjadi tanda bahwa ada bagian yang kering, kotor, aus, bergeser, atau membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Menghilangkan bunyi decit sebenarnya tidak selalu sulit. Tetapi, yang penting bukan hanya membuat suara tersebut hilang sementara. Sumber gesekan harus diketahui agar masalah tidak kembali dan tidak berkembang menjadi kerusakan pada komponen suspensi.
Mengenal Sistem Per Daun pada Truk
Sebelum membahas bunyi decit, kita perlu memahami fungsi per daun (leaf spring).
Per daun merupakan salah satu jenis sistem suspensi yang banyak digunakan pada kendaraan niaga, termasuk truk. Bentuknya terdiri dari beberapa lembar pelat baja yang disusun bertumpuk dan bekerja untuk menopang beban sekaligus membantu meredam gerakan vertikal roda terhadap rangka.
Saat truk melewati jalan rusak atau membawa muatan, susunan per daun dapat mengalami perubahan bentuk atau gerakan relatif. Pada kondisi tertentu, bagian-bagian yang bersentuhan dapat menghasilkan bunyi gesekan.
Selain lembaran per, terdapat pula komponen pendukung seperti:
Karena itu, bunyi yang terdengar seperti berasal dari per daun belum tentu benar-benar berasal dari lembaran pernya.
Ada beberapa penyebab yang cukup umum.
1. Gesekan Antar-Lembaran Per Daun
Ini merupakan salah satu penyebab yang paling sering dicurigai.
Ketika beberapa lembar per daun bergerak relatif satu sama lain, permukaan logam dapat saling bergesekan. Jika kondisi permukaan kering, kotor, atau terdapat kontaminasi tertentu, gesekan tersebut dapat menghasilkan suara decit.
Suara biasanya semakin mudah terdengar ketika suspensi bekerja, misalnya saat:
Namun, jangan langsung menyimpulkan bahwa semua bunyi berasal dari gesekan antar-daun. Pemeriksaan tetap diperlukan.
2. Per Daun Kotor dan Berdebu
Truk yang sering beroperasi di area konstruksi, tambang, perkebunan, proyek, atau jalan tanah tentu lebih mudah terkena debu dan lumpur.
Kotoran dapat masuk ke sela-sela susunan per daun.
Ketika suspensi bekerja, kotoran tersebut dapat ikut bergesekan dengan permukaan per dan menghasilkan suara.
Dalam kondisi tertentu, campuran debu, air, dan kotoran bahkan dapat menjadi seperti material abrasif yang mempercepat keausan permukaan.
3. Komponen Bushing atau Spring Pin Mulai Kering
Jangan hanya memperhatikan lembaran per.
Pada bagian ujung per daun biasanya terdapat sistem pemasangan yang memungkinkan per bergerak mengikuti kerja suspensi. Komponen seperti spring pin dan bushing dapat mengalami gesekan apabila pelumasan atau kondisinya tidak sesuai.
Jika bushing mulai aus atau sambungan mengalami masalah, bunyi yang muncul bisa terdengar seperti decitan.
Dalam kasus seperti ini, menyemprot bagian daun per dengan pelumas mungkin hanya mengurangi suara sementara.
4. Bushing Mulai Aus atau Rusak
Bushing memiliki fungsi penting untuk mengurangi gesekan dan membantu mengendalikan gerakan komponen suspensi.
Seiring waktu, bushing dapat mengalami:
Bushing yang sudah rusak dapat menimbulkan bunyi ketika suspensi bergerak.
Jika terdapat keausan, solusinya bukan sekadar menambahkan pelumas, melainkan melakukan pemeriksaan dan mengganti komponen apabila memang sudah melewati kondisi yang layak.
5. U-bolt atau Dudukan Per Mengalami Masalah
U-bolt digunakan untuk mengikat susunan per daun dengan bagian axle atau dudukannya sesuai desain kendaraan.
Jika terdapat masalah pada pengencangan, posisi, atau kondisi komponen, dapat muncul gerakan yang tidak seharusnya.
Bunyi yang terdengar mungkin bukan berasal dari gesekan antar-daun, tetapi dari pergerakan komponen terhadap dudukannya.
Untuk bagian ini, jangan asal mengencangkan menggunakan perkiraan. Pengencangan harus mengikuti prosedur dan spesifikasi kendaraan karena sambungan suspensi merupakan bagian penting dari keselamatan.
6. Karat pada Permukaan Per
Per daun terbuat dari material baja dan bekerja di lingkungan yang cukup keras.
Paparan air, lumpur, garam, dan kotoran dapat menyebabkan korosi pada permukaan.
Karat dapat membuat permukaan menjadi kasar sehingga gesekan antarbagian semakin mudah menimbulkan suara.
Korosi yang ringan tentu berbeda dengan korosi yang sudah menyebabkan penipisan atau kerusakan struktural pada daun per.
Jika ditemukan karat berat, retak, atau perubahan bentuk, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan.
Langkah pertama adalah jangan langsung menyemprotkan cairan apa pun ke per daun.
Cari dulu sumber bunyinya.
Berikut pendekatan yang lebih tepat.
1. Bersihkan Area Per Daun
Jika truk sering bekerja di lingkungan berdebu atau berlumpur, langkah awal yang dapat dilakukan adalah membersihkan area suspensi.
Hilangkan lumpur, debu, dan kotoran yang menumpuk pada bagian per daun serta komponen di sekitarnya.
Setelah dibersihkan, perhatikan apakah bunyi berkurang.
Jika suara menghilang setelah pembersihan tetapi kemudian muncul kembali, kemungkinan terdapat masalah yang berkaitan dengan kondisi permukaan, pelumasan, atau gesekan pada komponen tertentu.
2. Periksa Sumber Suara Saat Suspensi Bergerak
Pemeriksaan sebaiknya dilakukan oleh mekanik dengan metode yang aman.
Amati bagian per daun dan komponen pendukung saat kendaraan mengalami gerakan suspensi yang terkontrol.
Tujuannya bukan sekadar mendengar bunyi, tetapi menentukan komponen mana yang benar-benar menghasilkan suara.
Ini penting karena suara dari suspensi dapat merambat melalui rangka sehingga sumbernya kadang terasa berbeda dari lokasi sebenarnya.
3. Periksa dan Lakukan Greasing pada Titik yang Memang Membutuhkan Pelumasan
Beberapa sistem suspensi memiliki titik grease fitting yang memang dirancang untuk mendapatkan pelumasan.
Jika komponen tersebut memang membutuhkan grease, lakukan greasing sesuai rekomendasi pabrikan.
Gunakan jenis grease yang sesuai dan jangan mencampur berbagai jenis pelumas tanpa mengetahui kompatibilitasnya.
Perlu diperhatikan bahwa tidak semua permukaan per daun harus diberi pelumas secara sembarangan.
Metode perawatan sangat bergantung pada desain suspensi dan rekomendasi pabrikan.
4. Periksa Bushing dan Spring Pin
Jika bunyi berasal dari area ujung per, periksa kondisi:
Jika ditemukan kelonggaran atau keausan, komponen yang rusak harus diperbaiki atau diganti sesuai kebutuhan.
Menghilangkan bunyi tanpa memperbaiki keausan hanya akan menunda masalah.
5. Periksa U-bolt dan Dudukan Per
Periksa apakah terdapat tanda-tanda:
Jika membutuhkan pengencangan, gunakan prosedur dan nilai torsi sesuai spesifikasi kendaraan.
Jangan mengandalkan feeling saat mengencangkan komponen suspensi yang kritis.
Salah satu cara yang sering dilakukan untuk menghilangkan bunyi decit adalah menyemprotkan oli atau cairan pelumas ke sela-sela per daun.
Memang, suara mungkin dapat berkurang untuk sementara.
Tetapi metode tersebut tidak selalu tepat.
Pelumas yang tidak sesuai dapat menarik debu dan kotoran sehingga membentuk lapisan kotor pada area yang bergesekan. Pada kondisi tertentu, hal tersebut justru dapat mempercepat kontaminasi.
Selain itu, jika pelumas mengenai komponen yang seharusnya tetap kering atau bagian lain yang membutuhkan karakteristik gesekan tertentu, efeknya dapat berbeda.
Jadi, prinsipnya sederhana:
Jangan menghilangkan suara dengan mengorbankan fungsi komponen.
Gunakan pelumas hanya pada titik dan komponen yang memang direkomendasikan untuk dilumasi.
Belum tentu.
Bunyi decit tidak otomatis berarti daun per sudah rusak.
Masalahnya bisa saja hanya:
Namun, pemeriksaan harus lebih serius apabila bunyi disertai gejala lain.
Misalnya:
Jika ditemukan retak pada daun per, kerusakan pada shackle, spring pin, atau komponen struktural lainnya, jangan hanya fokus pada suara. Keselamatan dan fungsi suspensi harus menjadi prioritas.
Ini juga penting.
Bunyi decit biasanya terdengar seperti:
“Cit-cit”, “ngik-ngik”, atau suara gesekan.
Sementara bunyi benturan bisa terdengar seperti:
“Tok”, “duk”, atau “gluduk”.
Keduanya bisa memiliki penyebab berbeda.
Bunyi benturan misalnya dapat berkaitan dengan kelonggaran pada sambungan, bushing yang sudah rusak, komponen suspensi yang bergerak berlebihan, atau masalah pada dudukan.
Jadi, jangan menganggap semua suara dari bagian belakang truk sebagai masalah pelumasan.
Ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari.
Hanya Menyemprot Pelumas
Ini merupakan solusi cepat tetapi belum tentu menyelesaikan penyebab.
Jika komponen sudah aus, pelumas tidak akan mengembalikan kondisi material seperti semula.
Mengabaikan Bushing
Pengemudi atau pemilik truk sering hanya melihat lembaran per.
Padahal, bushing, spring pin, dan shackle juga bekerja keras dan dapat menjadi sumber bunyi.
Mengencangkan Baut Secara Sembarangan
Terlalu kendor tentu bermasalah, tetapi terlalu kencang juga tidak selalu berarti lebih baik.
Gunakan prosedur dan spesifikasi dari pabrikan.
Mengabaikan Muatan Berlebih
Per daun yang bekerja melebihi kemampuan desain akan menerima beban yang lebih besar.
Selain meningkatkan risiko keausan, overload juga dapat mempercepat kerusakan berbagai komponen suspensi.
Menunggu Sampai Bunyi Menjadi Keras
Suara kecil bukan berarti harus selalu diabaikan.
Justru, suara baru dapat menjadi tanda awal sebelum muncul gejala yang lebih serius.
Daripada terus mencari cara menghilangkan bunyi, lebih baik bangun kebiasaan perawatan yang konsisten.
Rutin Bersihkan Suspensi
Terutama jika truk beroperasi di area:
Kotoran yang menumpuk dapat mempercepat kontaminasi dan keausan.
Ikuti rekomendasi pabrikan kendaraan dan sesuaikan dengan kondisi kerja.
Truk yang beroperasi dalam kondisi berat mungkin membutuhkan perhatian lebih dibandingkan kendaraan yang digunakan pada kondisi ringan.
Periksa Setelah Membawa Muatan Berat
Setelah bekerja dengan muatan berat atau melewati jalan yang sangat buruk, lakukan pemeriksaan visual pada suspensi.
Perhatikan apakah ada:
Jangan Abaikan Kondisi Jalan
Cara mengemudi juga memengaruhi umur suspensi.
Mengurangi kecepatan ketika melewati lubang, polisi tidur, atau permukaan jalan yang rusak dapat mengurangi beban kejut pada sistem suspensi.
Hindari Overload
Kapasitas angkut bukan hanya persoalan mesin mampu menarik atau tidak.
Suspensi, axle, ban, roda, rem, chassis, dan komponen lainnya juga memiliki batas kerja.
Karena itu, menjaga muatan sesuai kapasitas kendaraan merupakan bagian penting dari perawatan suspensi.
Agar lebih mudah, berikut checklist sederhana yang dapat digunakan saat inspeksi:
|
Pemeriksaan |
Kondisi yang Perlu Diperhatikan |
|
Lembaran per |
Retak, bengkok, korosi berat |
|
Sela-sela per |
Lumpur, debu, kotoran berlebih |
|
Bushing |
Retak, aus, berubah bentuk |
|
Spring pin |
Keausan atau kelonggaran |
|
Shackle |
Posisi dan kondisi fisik |
|
U-bolt |
Kondisi pengikat dan dudukan |
|
Dudukan per |
Kerusakan atau bekas pergeseran |
|
Pelumasan |
Sesuai titik dan rekomendasi pabrikan |
|
Suara |
Decit, bunyi benturan, atau suara abnormal |
|
Ketinggian kendaraan |
Perbedaan tinggi kiri dan kanan |
Untuk Pengelola Armada: Jangan Jadikan Bunyi sebagai Keluhan Saja
Bagi pengelola armada, laporan seperti “per belakang bunyi” sebaiknya tidak langsung ditutup dengan tindakan “semprot pelumas”.
Buat laporan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan.
Misalnya:
Keluhan:
Per belakang berbunyi saat melewati jalan tidak rata.
Pemeriksaan:
Ditemukan kotoran pada sela daun dan kondisi bushing perlu diperiksa.
Tindakan:
Pembersihan dilakukan, titik pelumasan diperiksa, dan kondisi bushing dievaluasi.
Hasil:
Bunyi berkurang/hilang atau diperlukan penggantian komponen.
Dengan pencatatan seperti ini, tim maintenance dapat melihat apakah kendaraan yang sama terus mengalami masalah.
Data tersebut juga dapat digunakan untuk menentukan apakah interval pemeriksaan suspensi perlu diperketat.
PT Valar Truk Solusi
Jl. Sukarjo Wiryopranoto No. 55A
Jakarta Barat
©2025 All Rights Reserved. Developed by act! Digital Agency