©2025 All Rights Reserved. Developed by act! Digital Agency
Saat melihat truk komersial, baik di jalan raya maupun di showroom, Anda pasti sering menemukan stiker atau emblem di bagian belakang kabin yang menampilkan angka diikuti dengan kode PS, misalnya 125 PS, 220 PS, atau 370 PS.
Kode ini bukan sekadar nomor seri atau varian biasa. Angka dan kode ini adalah informasi paling vital tentang kemampuan dan identitas mesin truk tersebut.
Huruf PS adalah singkatan yang paling umum digunakan oleh pabrikan truk Eropa dan Asia, termasuk di Indonesia, untuk mengukur kemampuan mesin.
Meskipun PS dan HP sama-sama diterjemahkan sebagai “Daya Kuda,” keduanya memiliki nilai satuan yang sedikit berbeda:
PS (Pferdestärke): Satuan metrik (Eropa dan Asia).
HP (Horse Power): Satuan imperial (Amerika dan Inggris).
Secara konversi, nilai PS akan selalu sedikit lebih besar daripada HP:
1 PS≈0.986 HP
1 HP≈1.014 PS
Pabrikan sering memilih menggunakan PS karena angka yang dihasilkan sedikit lebih besar, yang terlihat lebih menarik secara pemasaran, meskipun perbedaan performa praktisnya sangat tipis.
Pada mobil penumpang, fokus pembeli mungkin pada kecepatan (Horse Power/HP). Namun, pada truk, fokusnya adalah pada kemampuan angkut dan kekuatan menanjak. Angka PS secara langsung mencerminkan fungsi-fungsi ini.
Semakin besar angka PS, semakin besar tenaga yang dihasilkan mesin. Tenaga yang lebih besar memungkinkan truk menarik atau membawa beban yang lebih berat.
∙ Truk Ringan (Contoh 125 PS): Truk dengan tenaga sekitar 125 PS (seperti Mitsubishi Canter) umumnya dirancang untuk membawa muatan maksimal (GVW/ Gross Vehicle Weight) sekitar 5 hingga 8 ton. Truk ini ideal untuk distribusi dalam kota atau jarak pendek.
∙ Truk Berat (Contoh 220 PS ke Atas): Truk dengan tenaga 220 PS hingga 370 PS (seperti Fuso Tractor Head atau Dump Truck kelas berat) dirancang untuk mengangkut beban berat antara 15 hingga 40 ton (tergantung konfigurasi roda dan gear ratio).
Angka PS menentukan bagaimana pabrikan menyesuaikan transmisi truk (rasio gigi).
Di Indonesia, kode PS sering digunakan untuk mengklasifikasikan jenis dan segmen truk:
| Kode PS Umum | Kategori Truk | Aplikasi Khas |
|---|---|---|
| 100-136 PS | Truk Ringan (Light Duty Truck) | Distribusi, angkutan hasil tani, kargo dalam kota. |
| 150-220 PS | Truk Sedang (Medium Duty Truck) | Angkutan antar kota, dump truck skala kecil. |
| 220-370 PS | Truk Berat (Heavy Duty Truck) | Trailer/kepala traktor, logistik jarak jauh, tambang/proyek. |
Selain PS, kadang terdapat kode angka lain yang menjelaskan konfigurasi roda dan penggerak, yang juga penting dalam menentukan kapasitas kerja truk:
Contoh: 6X4
Memahami kode PS dan konfigurasi roda adalah kunci untuk memilih truk yang tepat. Angka PS memastikan truk memiliki “otot” yang cukup untuk mengangkut muatan yang diperlukan tanpa membebani mesin secara berlebihan di jalan menanjak.
PT Valar Truk Solusi
Jl. Sukarjo Wiryopranoto No. 55A
Jakarta Barat
©2025 All Rights Reserved. Developed by act! Digital Agency