©2025 All Rights Reserved. Developed by act! Digital Agency
Pertanyaan “1 truk berapa ton?” sering muncul, terutama bagi pelaku usaha logistik, konstruksi, hingga pemula di bisnis distribusi. Sayangnya, jawabannya tidak sesederhana satu angka.
Kenapa? Karena berat truk terdiri dari beberapa komponen penting seperti berat kosong dan berat muatan.
Baik Anda menggunakan armada dari Mitsubishi Fuso maupun Isuzu Motors Ltd., memahami hal ini sangat penting agar tidak salah hitung dan terhindar dari risiko overloading.
Istilah ini biasanya merujuk pada:
Namun, perlu dibedakan antara:
Berat kosong adalah berat kendaraan tanpa muatan.
Termasuk:
Tidak termasuk:
Payload adalah berat maksimal barang yang bisa diangkut oleh truk.
Rumus:
Payload = GVW – Berat Kosong
Semakin besar payload:
GVW adalah berat total kendaraan saat penuh muatan.
GVW adalah batas maksimal yang tidak boleh dilanggar untuk menghindari:
Jawabannya tergantung jenis truknya.
1. Truk Ringan (Light Duty / 4×2)
Contoh: Colt Diesel / Canter
Total: sekitar 5–8 ton
2. Truk Sedang (Medium Duty / 6×2)
Total: sekitar 15–20 ton
3. Truk Berat (Heavy Duty / 6×4)
Total: bisa mencapai 30–40 ton
Misalnya:
Maka:
Jadi, “1 truk” dalam kasus ini = 18 ton (saat penuh)
Beberapa alasan umum:
Padahal, kapasitas truk sangat bervariasi tergantung spesifikasi.
Muatan melebihi kapasitas bisa berujung:
2. Kerusakan Kendaraan
3. Risiko Kecelakaan
Lihat:
2. Timbang Muatan
Gunakan jembatan timbang sebelum berangkat.
3. Jangan Hanya Berdasarkan Volume
Barang ringan bisa besar, tapi belum tentu berat.
PT Valar Truk Solusi
Jl. Sukarjo Wiryopranoto No. 55A
Jakarta Barat
©2025 All Rights Reserved. Developed by act! Digital Agency