©2025 All Rights Reserved. Developed by act! Digital Agency
Membeli truck crane bekas bisa menjadi solusi yang lebih ekonomis dibanding membeli unit baru, terutama bagi perusahaan yang baru memulai usaha atau ingin menambah armada dengan anggaran terbatas. Jika dipilih dengan tepat, truck crane bekas masih mampu memberikan performa yang baik dan mendukung operasional selama bertahun-tahun.
Namun, membeli alat berat bekas tidak boleh dilakukan hanya berdasarkan harga yang murah. Kesalahan dalam memilih unit dapat menyebabkan biaya perbaikan yang tinggi, downtime operasional, bahkan risiko kecelakaan kerja akibat kerusakan pada sistem pengangkatan.
Agar investasi Anda tidak salah langkah, berikut beberapa tips penting dalam memilih truck crane bekas yang masih layak pakai.
Banyak perusahaan memilih truck crane bekas karena beberapa alasan, antara lain:
Meski demikian, kondisi teknis unit harus menjadi prioritas utama dibanding usia kendaraan.
1. Periksa Kondisi Boom Crane
Boom merupakan komponen utama yang menanggung beban saat proses pengangkatan.
Lakukan pemeriksaan pada:
Boom yang pernah mengalami deformasi atau perbaikan besar dapat memengaruhi kekuatan struktur dan keselamatan saat digunakan.
2. Cek Sistem Hidrolik
Sistem hidrolik menjadi “jantung” dari truck crane. Kerusakan pada sistem ini dapat mengurangi performa pengangkatan dan meningkatkan biaya perbaikan.
Periksa beberapa komponen berikut:
Pastikan tidak terdapat:
3. Periksa Kondisi Chassis Truk
Karena crane dipasang di atas sasis, kondisi chassis harus benar-benar diperhatikan.
Periksa:
Chassis yang pernah mengalami kerusakan berat dapat mengurangi stabilitas kendaraan saat crane beroperasi.
4. Pastikan Subframe Masih Kokoh
Subframe berfungsi mendistribusikan beban crane ke chassis kendaraan.
Lakukan pemeriksaan pada:
Subframe yang mengalami retak atau deformasi harus segera diperbaiki sebelum digunakan.
5. Periksa Outrigger
Outrigger berfungsi menjaga kestabilan kendaraan selama proses pengangkatan.
Pastikan:
Outrigger yang tidak bekerja optimal dapat meningkatkan risiko kendaraan terguling saat mengangkat beban.
6. Uji Semua Gerakan Crane
Sebelum membeli, lakukan pengujian seluruh fungsi crane.
Periksa apakah:
Jika memungkinkan, lakukan uji angkat menggunakan beban sesuai prosedur keselamatan untuk memastikan semua sistem berfungsi normal.
7. Cek Sistem PTO (Power Take-Off)
Truck crane menggunakan Power Take-Off (PTO) untuk menyalurkan tenaga dari mesin ke pompa hidrolik.
Pastikan:
PTO yang bermasalah dapat menyebabkan crane tidak mampu bekerja secara optimal.
8. Periksa Kondisi Mesin dan Transmisi Truk
Selain crane, kendaraan pengangkutnya juga harus dalam kondisi baik.
Periksa:
Karena truck crane sering membawa beban berat, seluruh komponen kendaraan harus mampu bekerja secara optimal.
9. Pastikan Dokumen Lengkap
Jangan lupa memeriksa kelengkapan administrasi seperti:
Dokumen yang lengkap akan mempermudah proses legalitas dan kepemilikan kendaraan.
10. Pilih Crane dari Merek Terpercaya
Merek yang memiliki jaringan suku cadang dan layanan purna jual yang baik akan memudahkan proses perawatan.
Beberapa produsen truck crane yang dikenal luas di industri antara lain:
Selain merek crane, pastikan juga sasis truk berasal dari produsen yang memiliki jaringan servis dan ketersediaan suku cadang yang baik.
Sebaiknya pertimbangkan kembali jika menemukan kondisi berikut:
Harga murah sering kali tidak sebanding dengan biaya perbaikan yang harus dikeluarkan di kemudian hari.
Jika memilih unit yang tepat, Anda dapat memperoleh beberapa keuntungan:
Sebelum mengambil keputusan, lakukan beberapa langkah berikut:
PT Valar Truk Solusi
Jl. Sukarjo Wiryopranoto No. 55A
Jakarta Barat
©2025 All Rights Reserved. Developed by act! Digital Agency