©2025 All Rights Reserved. Developed by act! Digital Agency
Bagi sopir truk, bus, maupun kendaraan berat lainnya, rem angin adalah sistem pengereman yang wajib bekerja sempurna setiap saat. Namun, banyak yang tidak sadar bahwa salah satu komponen paling krusial dalam rem angin justru berukuran kecil—yaitu valve rem angin.
Meski bentuknya sederhana, valve adalah otak yang mengatur aliran udara ke sistem pengereman. Jika valve bermasalah, rem bisa terlambat, keras, bahkan blong total. Karena itu, sopir wajib memahami fungsi, jenis, dan tanda kerusakan komponen ini.
Valve rem angin adalah katup yang bertugas mengatur arah, tekanan, dan keluarnya udara di sistem pengereman pneumatik. Udara dari kompresor yang telah disimpan di tanki angin dialirkan ke berbagai valve untuk kemudian mengaktifkan rem.
Tanpa valve, udara tidak dapat dikendalikan, sehingga sistem rem angin tidak dapat bekerja.
Ada beberapa jenis valve pada sistem rem angin, dan semuanya berperan penting:
a. Mengatur Tekanan Udara
Valve memastikan tekanan udara yang masuk ke kaliper atau brake chamber sesuai kebutuhan. Terlalu tinggi atau rendah bisa berbahaya.
b. Mengontrol Waktu Respon Rem
Valve bertugas membuka atau menutup aliran udara secara cepat. Inilah yang menentukan apakah rem terasa responsif atau lambat.
c. Mengatur Rem Depan dan Belakang
Beberapa valve, seperti relay valve, bertugas membagi tekanan udara sehingga rem depan dan belakang bekerja seimbang.
d. Membuang Udara Sisa
Valve seperti quick release valve membantu melepas udara lebih cepat sehingga rem tidak menggantung.
1. Foot Valve (Pedal Valve)
2. Relay Valve
3. Quick Release Valve
Bertugas membuang udara cepat saat pedal dilepas agar rem kembali normal.
4. Check Valve
Mencegah udara kembali ke arah kompresor atau tangki lain.
5. Hand Brake Valve
Digunakan untuk parking brake dan trailer brake.
6. Protection Valve
Melindungi sistem ketika terjadi penurunan tekanan mendadak.
Setiap valve memiliki fungsi berbeda, tetapi semuanya bekerja sama memastikan rem aman dan responsif.
Karena sistem rem angin 100% bergantung pada tekanan udara. Jika valve rusak atau tersumbat, efeknya bisa fatal:
Inilah alasan valve sering disebut sebagai “komponen kecil penentu nyawa”.
Sopir perlu waspada jika menemukan beberapa gejala ini:
a. Rem Telat atau Terasa Berat
Bisa disebabkan foot valve atau relay valve tersumbat.
b. Ada Bunyi Desis Angin Berlebihan
Leak pada valve atau seal sudah getas.
c. Tekanan Angin Cepat Turun
Valve bocor membuat tanki cepat habis tekanannya.
d. Rem Menggantung
Quick release valve tidak bekerja.
e. Rem Mobil Trailer Tidak Seimbang
Masalah pada relay valve atau protection valve.
Jika gejala ini muncul, cek valve sebelum terjadi masalah lebih besar.
Kerusakan biasanya terjadi karena:
Kebersihan sistem udara sangat menentukan umur valve.
a. Rutin Menguras Tanki Angin
Minimal 2–3 hari sekali untuk mencegah air mengendap.
b. Cek Air Dryer Secara Berkala
Air dryer rusak akan membuat valve cepat mampet.
c. Ganti Seal Jika Sudah Keras
Seal yang aus menyebabkan kebocoran angin.
d. Gunakan Oli Kompresor yang Sesuai
Agar tidak menimbulkan kerak di jalur udara.
e. Periksa Selang Udara
Selang retak bisa memengaruhi kerja valve.
PT Valar Truk Solusi
Jl. Sukarjo Wiryopranoto No. 55A
Jakarta Barat
©2025 All Rights Reserved. Developed by act! Digital Agency