©2025 All Rights Reserved. Developed by act! Digital Agency
Dalam beberapa tahun terakhir, tren penggunaan armada di sektor pertambangan menunjukkan pergeseran yang cukup signifikan: semakin banyak kontraktor tambang memilih truk rigid dibandingkan truk tronton untuk kebutuhan angkut material dan operasional tambang. Pergeseran ini bukan sekadar soal preferensi, melainkan didorong oleh pertimbangan teknis, operasional, dan ekonomis yang nyata di lapangan.
Lantas, apa sebenarnya yang membuat truk rigid lebih menarik bagi kontraktor tambang? Berikut penjelasan lengkapnya.
Area pertambangan umumnya memiliki kondisi jalan yang ekstrem: berlumpur, berbatu, curam, dan tidak beraspal. Dalam kondisi seperti ini, truk rigid memiliki keunggulan utama karena:
Sementara truk tronton, meskipun fleksibel di jalan raya, lebih rentan mengalami masalah saat beroperasi di medan off-road yang ekstrem.
Meski truk tronton memiliki kemampuan belok yang lebih baik di jalan sempit, di area tambang justru stabilitas saat membawa muatan berat menjadi prioritas utama.
Truk rigid cenderung:
Banyak kontraktor tambang melaporkan bahwa biaya perawatan truk rigid cenderung lebih terkendali dibandingkan tronton, terutama karena:
Sebaliknya, truk tronton memiliki sistem sambungan dan mekanisme tambahan yang bisa meningkatkan biaya maintenance jika sering digunakan di medan tambang.
Pada proyek tambang skala besar, kebutuhan utama adalah:
Truk rigid lebih mudah diintegrasikan dengan sistem hauling tambang modern, termasuk penggunaan dump body besar dan sistem monitoring armada.
Downtime atau waktu henti alat adalah musuh utama kontraktor tambang. Dengan truk rigid yang lebih andal di medan berat, risiko kerusakan mendadak bisa ditekan, sehingga:
PT Valar Truk Solusi
Jl. Sukarjo Wiryopranoto No. 55A
Jakarta Barat
©2025 All Rights Reserved. Developed by act! Digital Agency