Efisiensi bahan bakar (BBM) pada truk crane sangat dipengaruhi oleh cara operator mengendalikan sistem hidrolik, terutama kecepatan angkat. Menggunakan kecepatan angkat yang terlalu tinggi atau terlalu rendah secara tidak tepat dapat membuang energi.
Kunci efisiensi terletak pada pengoptimalan RPM mesin dan kecepatan gerakan tuas yang menghasilkan daya hidrolik yang cukup, namun tidak berlebihan, untuk tugas yang dilakukan.
1. Optimalisasi Revolutions Per Minute (RPM)
Konsumsi bahan bakar mesin truk crane berbanding lurus dengan RPM yang dihasilkan. Tujuannya adalah menemukan titik RPM ekonomis yang ideal.
a) Hindari Idle Terlalu Tinggi: Saat crane tidak mengangkat beban, jangan biarkan mesin berputar pada RPM tinggi (high idle). Selalu gunakan mode RPM terendah yang masih memungkinkan pompa hidrolik beroperasi tanpa kavitasi (penyedotan udara).
b) Gunakan “Sweet Spot” RPM: Sistem hidrolik dirancang untuk bekerja paling efisien pada kisaran RPM tertentu (sering disebut sweet spot atau rated RPM). Kisaran ini biasanya lebih rendah dari RPM maksimum. Cari tahu dalam manual book crane Anda berapa RPM yang direkomendasikan pabrikan untuk efisiensi terbaik saat mengangkat beban.
c) Mode “Eco” atau “Power” (Jika Tersedia): Truk crane modern sering dilengkapi dengan mode operasi:
d) Mode Eko (Eco Mode): Batasi RPM mesin maksimum dan kurva akselerasi hidrolik untuk tugas ringan hingga menengah, sehingga menghemat BBM.
e) Mode Daya (Power Mode): Hanya gunakan mode ini untuk beban maksimum yang memerlukan daya hidrolik penuh.
2. Teknik Operasi Kecepatan Angkat (Tuas Kontrol)
Gerakan tuas kontrol oleh operator menentukan seberapa banyak aliran oli hidrolik yang dialirkan ke silinder atau motor, yang secara langsung memengaruhi konsumsi BBM.
- Gunakan Kecepatan Angkat Rendah untuk Beban Berat: Ketika mengangkat beban mendekati kapasitas maksimum crane, gunakan kecepatan angkat yang lambat dan stabil. Memaksa kecepatan angkat tinggi pada beban berat akan memaksa pompa hidrolik bekerja pada tekanan dan flow rate maksimum, yang membutuhkan RPM mesin sangat tinggi dan boros BBM.
- Akselerasi dan Deselerasi Halus: Hindari menggerakkan tuas kontrol secara mendadak atau full-throttle tiba-tiba. Gerakan yang halus dan bertahap (feathering) akan mencegah lonjakan tekanan mendadak pada sistem hidrolik (yang memerlukan daya peak mesin) dan menjaga konsumsi BBM tetap stabil.
- Manfaatkan Kecepatan Ganda (Dual Speed): Banyak crane memiliki dua kecepatan hoist (angkat): cepat dan lambat.
Gunakan kecepatan lambat saat mendekati titik penempatan (spotting) beban. - Gunakan kecepatan cepat hanya saat mengangkat tali kawat tanpa beban (no-load hook) atau saat memindahkan beban ringan di ruang terbuka.
3. Strategi Angkat Beban dan Perencanaan Kerja
Efisiensi bukan hanya tentang kecepatan angkat, tetapi juga tentang mengurangi waktu operasional keseluruhan.
- Rencanakan Gerakan (Rute Terpendek): Selalu rencanakan rute pengangkatan dan putaran (swing) beban yang paling pendek dan paling sedikit gerakan (maneuver). Setiap gerakan boom yang tidak perlu membuang daya hidrolik dan BBM.
- Angkat dengan Ketinggian Minimum: Angkat beban hanya setinggi yang diperlukan untuk membersihkan rintangan. Semakin rendah beban, semakin kecil energi yang dibutuhkan untuk mengangkatnya. Mengangkat terlalu tinggi kemudian menurunkannya adalah pemborosan ganda.
- Sinkronisasi Gerakan: Jika memungkinkan, kombinasikan gerakan (misalnya, angkat dan putar secara bersamaan) untuk menyelesaikan tugas dalam satu siklus yang mulus dan cepat, namun tetap terkontrol. Gerakan terpisah yang terputus-putus lebih sering memerlukan akselerasi mesin baru.
4. Kondisi Mesin dan Komponen Pendukung
Sistem yang tidak terawat akan selalu boros BBM, terlepas dari seberapa hati-hati operator mengendalikan kecepatan angkat.
- Pastikan Sistem Hidrolik Dingin: Oli hidrolik yang terlalu panas (akibat oil cooler rusak atau kerja berlebihan) kehilangan viskositas, yang membuat pompa bekerja lebih keras untuk menghasilkan tekanan yang sama—memicu konsumsi BBM yang lebih tinggi. Pastikan oil cooler bersih dan berfungsi optimal.
- Perawatan Mesin Rutin: Pastikan mesin diesel (sumber tenaga hidrolik) selalu dalam kondisi prima, dengan filter udara dan filter bahan bakar yang bersih. Mesin yang tersumbat akan bekerja lebih keras untuk menghasilkan RPM yang sama.
- Gunakan Ban yang Tepat: Tekanan ban yang tepat mengurangi hambatan gelinding saat truk bergerak dari satu titik ke titik lain di lokasi kerja, yang secara tidak langsung berkontribusi pada efisiensi BBM keseluruhan